1. Lepaskan kop kabel busi dari businya,kemudian lepaskan busi yang ada di kepala selinder dengan menggunakan kunci busi yang dimiliki.
2. Kemudian pasang kembali busi ke kop kabel busi kemudian kita stater atau dengan cara menendang-nendang kick stater, sedang kepala busi kita taruh ke body mesin.
3. Periksa loncatan api yang dihasilkan, apakah berwarna biru pijar dan terfokus pada satu titik saja dan tidak menyebar, jika tidak berarti kondisinya sudah rusak atau mau mati.
4. Perhatikan pula jarak kerenggangan busi yaitu jarak antara elektroda inti dan massa yang menghasilkan loncatan listrik paling panas, dimana jarak yang paling tepat adalah sekitar 0,60 mm-0,70 mm.

5. Perhatikan pula kondisi busi dalam proses pembakarannya, jika busi berwarna kecoklatan dan bersih berarti proses pembakaran sempurna, kalau busi berwarna hitam basah artinya ada olie yang ikut terbakar, dan bila hitam kering berarti pemakaian bahan bakar yang boros, atau busi berwarna keputih-putihan artinya sangat panas dan harus diganti dengan busi tingkat panas yang sesuai.
kiranya ini saja dulu yang dapat saya berikan tentang service dan perawatan busi moga bermanfaat.Jika anda yang punya pengetahuan lebih silahkan berbagi dan kasih komentarnya.
Mau Privat B.Inggris?
No comments:
Post a Comment